Hal-hal yang terlambat kita mengerti
Ada beberapa (atau mungkin banyak) hal yang baru kita mengerti bahwa semua itu penting setelah semuanya berlalu. Bukan karena dulu kita ga peduli, tapi mungkin karena saat itu kita belum betul-betul mengerti. Hidup terus berjalan, hari demi hari berlalu biasa aja, sampai suatu saat gw melihat ke belakang dan menyadari ada hal-hal yang seharusnya bisa gw lakukan dengan cara yang berbeda.
Penyesalan sering datang seperti itu. Atau bahkan terkadang muncul sesederhana kata: harusnya dulu gw....
Harusnya dulu gw lebih jujur
Harusnya dulu gw ga terlalu banyak menunda
Harusnya dulu gw lebih banyak mendengar
Harusnya dulu gw lebih banyak meluangkan
Dan masih banyak kata harusnya.
Lucunya, saat semuanya masih bisa dilakukan, kita merasa bahwa kita masih punya cukup banyak waktu. Kita pikir kita masih punya banyak kesempatan lain untuk memperbaiki. Untuk mengatakan sesuatu yang belum sempat diucap. Atau untuk melakukan hal-hal yang selama ini ditunda.
Tapi tentu saja waktu selalu bekerja tidak seperti yang kita harapkan.
Ada percakapan yang ga pernah terjadi. Ada pesan yang akhirnya ga pernah terkirim. Ada kata maaf yang ga pernah tersampaikan. Ada banyak hal yang perlahan menjauh, bahkan kita ga menyadari kapan tepatnya hal itu terjadi.
Gw kadang berpikir, mungkin sebagian penyesalan memang datang sebagai pengingat. Pengingat bahwa dulu ada versi dari diri gw di masa lalu yang masih belum cukup bijak untuk memahami banyak hal. Bahwa dulu gw pernah membuat keputusan dengan keterbatasan pengetahuan gw saat itu.
Tapi sebagian yang lain, semua penyesalan itu lebih terasa seperti hukuman.
Hukuman kecil yang datang disaat sepi. Tiba-tiba aja sebuah kenangan lewat di kepala. Dan gw baru menyadari kalau gw terlalu menyia-nyiakan. Ada sesuatu yang seharusnya bisa gw lakukan dengan baik waktu itu.
Mungkin gw bisa sedikit lebih sabar
Mungkin gw bisa tinggal sedikit lebih lama
Mungkin gw bisa lebih jujur
Mungkin gw bisa terus terang atas hal yang seharusnya gw katakan
Mungkin gw ga harus banyak menunda
Dan masih banyak mungkin-mungkin lainnya.
Kadang yang bikin rasanya semakin berat bukan hal besar yang terjadi. Justru karena semuanya sangat sederhana. Hal-hal kecil yang sebetulnya ga sulit untuk dilakukan, tapi entah kenapa dulu gw memilih untuk menundanya. Terlambat gw menyadari kalau hidup ini nyatanya jarang memberikan kita kesempatan mengulang momen dengan cara yang sama. Beberapa kesempatan datang sekali, lalu lewat begitu saja. Diawal rasanya biasa aja, tapi setelahnya baru kerasa kalau momen itu cukup berarti. Ga semua hal datang tepat waktu. Kadang ada yang baru kita pahami setelah semuanya berlalu. Mungkin setelah jarak dan waktu membuat kita melihat suatu hal dengan cara yang berbeda.
Pada akhirnya, kita akan tetap hidup dengan beberapa kata harusnya.
Dan mungkin satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah memastikan bahwa di hari-hari yang masih terus berjalan ini, kita ga terus menambah daftar kata harusnya itu menjadi lebih panjang.
Komentar
Posting Komentar