Recalling Mahabharata - Balarama
Ga bisa gw pungkiri bahwa Mahabharata sejatinya adalah tentang Krishna, Supreme Lord sekaligus Awatara dari dewa Wisnu, atau gw menyebutnya sang sutradara, dimana semua yang terjadi adalah sesuai dengan kehendaknya. Tapi, sepak terjang Krisna yang besar gw yakin bikin kita sedikit melupakan peran dari sang kakak, Balarama, atau di versi wayang lokal lebih dikenal dengan Baladewa. Jujur gw pun sebagai pembaca lama epos ini, dan kali ini gw lagi ngikutin Mahabharata versi komik karya R.A. Kosasih, meskipun udah gw baca berulang kali, ga banyak yang diingat tentang sepak terjang Balarama yang signifikan dan mempengaruhi keseluruhan cerita. Cuma dua event yang gw inget terkait dengan karakter Balarama ini, pertama waktu Arjuna nyulik Subadra, adik dari Krishna dan Balarama yang akhirnya bikin Balarama marah. Kejadian kedua yang gw inget dan sedihnya mungkin ini juga satu-satunya kejadian yang paling diinget oleh pembaca Mahabharata lain, terkait dengan karakter Balarama di perang Kurukshetra.
Gw sebenernya udah lama banget pengen nulis lagi tentang hal ini, selain karena gw sendiri lagi mecoba untuk memahami ulang Mahabharata secara keseluruhan (ini adalah kali kedua gw baca ulang Mahabharata, dan gw harap gw lebih paham wkwkwk). Beberapa waktu lalu gw punya cukup waktu senggang yang pada akhirnya bisa gw manfaatkan untuk memahami ulang epos ini, ya walaupun baru 1/4 jalan. Tapi kali ini gw mau mencoba menjawab pertanyaan lawas yang pernah muncul di kepala gw terkait salah satu tokoh dari MCnya, Balarama, yang kalau kita inget-inget lagi, keberadaannya ga ada di Medan Kurukshetra. Bener.
Banyak banget versi yang menjelaskan tentang kenapa Balarama absen di dalam perang Kurukshetra dan menurut gw semuanya menarik dan cukup masuk akal. Di versi wayang lokal sendiri karakter Balarama dihilangkan perannya, karena Krishna ingin menyelamatkan kakaknya dari kematian. Krishna tau Balarama akan mati ditangan Antareja, anak dari Bima dan Naga Antaboga pada hari ke-19. Yang gw tangkep, Krishna ini juga merasa kalau Balarama ga punya kepentingan apapun di perang Kurukshetra, yang akhirnya bikin Krishna menghilangkan Balarama dengan cara menjadikan Antareja, Antasena dan Wisanggeni sebagai tumbal perang yang akhirnya mati sebelum perang Kurukshetra dimulai.
Gimana dengan Balarama? Menurut cerita, Balarama akan memihak Kurawa untuk menunjukkan support kepada murid yang paling dicintai Balarama, yaitu Duryodhana. Krishna yang ga pengen hal itu terjadi menyuruh Balarama untuk mandi dan bertapa di bawah air terjun Grojogan Sewu dengan tujuan agar Balarama ga bisa mendengar suara perang yang terjadi. Tapi ada beberapa versi yang menjelaskan kenapa Balarama ga terlibat dalam perang Kurukshetra. Setidaknya ada dua argumen yang menurut gw pribadi lebih masuk akal. Pertama, Krishna ingin menyeimbangkan kekuatan antara dua belah pihak. Balarama adalah karakter yang terlalu OP untuk berada di perang Kurukshetra. Karakter-karakter yang terlalu kuat karena terlalu OP, seperti Barbarika, Antareja, Antasena, hanya akan membawa ketimpangan bagi peta kekuatan kedua belah pihak dan bikin perang berjalan tanpa ada habisnya. Krishna sebagai sang sutradara tau akan hal ini, gara-gara itu, dia akan selalu berusaha menyeimbangkan kekuatan sebelum perang dimulai.
Bahkan kalau gw pikir-pikir semua karakter yang ada hubungan darah langsung dengan Krishna, semuanya ga ada yang berpartisipasi di Kurukshetra, contohnya Balarama kakaknya, Pradyumna dan Samba anaknya. Krishna paham betapa OP nya kekuatan mereka. Bahkan Krishna sendiri berada di pihak Pandawa hanya sebagai penasihat dan kusir kereta Arjuna. Dan perang adalah jalan untuk memperjuangkan hak, membela kehotmatan, hingga menuntaskan sebuah dendam. Dalam sebuah pertempuran, ga ada tempat untuk mereka yang ga punya tujuan dan alasan, kenapa sebuah perang harus dimenangkan. Balarama adalah salah satu dari banyak karakter yang berada di posisi itu. Sebagai seorang dengan karakter yang pemarah, berapi-api, seharusnya dia bersemangat dengan adanya sebuah event pertempuran besar yang menyangkut banyak pihak. Tapi sisi lainnya yang jujur, sedikit naif, dan pengen selalu berada di jalan dharma, perang rasanya ga masuk akal untuk Balarama. Karena Balarama sendiri ga bisa berpihak kemana pun. Pandawa adalah sepupunya, Duryodana adalah murid kesayangannya.
Terlepas dari pendapat yang banyak bilang kalo Balarama ditipu Krishna agar ga berpartisipasi dalam perang, gw pribadi berpendapat bahwa Balarama secara sadar memilih untuk ninggalin dan ga turut campur atas apa yang akan terjadi. Terlepas dari karakternya, perang bukanlah tempat yang tepat untuk ksatria kyk Balarama, yang terkenal karena kejujurannya. Menurut gw, Kurukshetra terlalu kotor untuk Balarama. Tapi buat sekedar berandai-andai, mari kita membuat gambaran sebuah what if Balarama terjun di Kurukshetra dan membela Kurawa dan Duryodana. Menurut gw Balarama pasti akan meninggalkan perang setelah hari ke-13 dan kematian keponakannya, Abimanyu, setelah hal-hal yang ga bakal pernah sejalan dengan filosofi dan cara hidup yang dijalani oleh seorang Balarama. Ini jelas akan terjadi.
Layaknya Krishna sebagai titisan Wisnu, Balarama juga adalah seorang titisan supreme being yang powerful. Kekuatannya jelas OP, bahkan di alam semesta cuma tiga karakter yang kekuatannya bisa melebihi Balarama. Kekuatan ini menimbulkan ego yang besar jelas untuk karakter Balarama sendiri. Ada satu squel yang membekas banget buat gw sendiri, dimana Balarama harus berhadapan dengan Hanuman. Krishna sebagai avatar Wisnu mengutus sahabat dan abdinya dari era Ramayana dan jaman Tretayuga untuk memberikan pelajaran untuk sang kakak. Balarama yang masih belum tau siapa yang dihadapinya justru malah ngancem kera itu pakai ghada. Ya, sebesar itu egonya.
Satu hal lagi yang sering kali luput dari kita adalah hubungan antara Krishna dan Balarama (diluar konteks kakak beradik) sebenarnya merupakan cerita yang menarik buat gw. Persoalan Krishna adalah awatara dewa Wisnu yang menitis ke dunia dalam wujud manusia, ditemani pasangannya dewi Laksmi mungkin gw rasa udah banyak yang paham. Tapi mungkin yang ga banyak tau adalah, saat menitis, dewa Wisnu selalu ditemani dengan abdi dan pemujanya yaitu naga Adisesha, demigod berbentuk ular naga raksasa dengan banyak kepala. Nah naga ini salah satu wahana atau kendaraan dewa Wisnu selain dari burung Garuda. Sama halnya seperti dewi Laksmi, naga Adisesha juga ikut menitis dalam bentuk manusia. Pada saat Wisnu menitis kepada Sri Rama, naga Adisesha menitis pada adiknya, Laksmana. Begitu juga ketika Wisnu menitis kepada Krishna, naga Adisesha juga menitis pada kakaknya, Balarama. Sampai sini gw rasa udah bisa dipahami kenapa Balarama bisa se OP itu dan buat gw pribadi ini adalah teori yang sangat masuk akal kenapa akhirnya Krishna melarang Balarama turun di Kurukshetra.
Meskipun gw juga awalnya sempat meremehkan keberadaan Balarama yang jauh sebelum perang Kurukshetra, let's say tentang perjalanan hidup Krishna dari dia kecil sampai dewasa, gw menilai Balarama sendiri ga ada gunanya. Bahkan dari seluruh cerita yang dipahatin di relief Krishnayana di Candi Prambanan, ga ada satupun relief yang nunjukin kalau Balarama berperan aktif di adegan itu. Gimana ya jelasinnya, dia selalu on frame tapi ga ada gunanya, tapi di sisi lain ternyata dia se OP itu sampai Krishna harus nge-hold dia untuk ga turun di Kurushetra wkwk.
Meskipun kalau dinalar, dengan adanya Balarama di Kurukshetra justru bisa menguntungkan salah satu pihak, tapi perlu diingat kembali kalau cerita-cerita epos ini based on jalan dharma. Kita ga bisa seenaknya mengubah alur cerita, karena memang pada dasarnya yang terjadi harus seperti itu, sesuai dengan takdir yang tertulis. Tapi yang masih ganjel buat gw pribadi, layaknya seorang Laksmana di epos Ramayana, kenapa Balarama harus mati duluan daripada Krishna, sekalipun dia ga terlibat di Kurukshetra?

Komentar
Posting Komentar