Gapapa 33x

Ga selamanya semua akan berjalan sesuai dengan rencana kita. Ga semuanya yang kita pengenin bakalan datang begitu aja. Ga, ga semuanya. Ada masanya ketika hidup ini lempeng-lempeng aja, menyenangkan, dan bikin kita bahagia. Tapi ada juga masanya ketika segalanya kerasa membingungkan, melelahkan, bahkan menyedihkan. Kabar baik bisa datang dengan hangat, lalu di saat yang hampir bersamaan kabar buruk mengetuk tanpa permisi. Hidup memang sering bekerja semaunya, tanpa menunggu kita siap.

Dulu, ketika gw belum begitu dewasa, gw percaya bahwa kesedihan adalah sesuatu yang seharisnya tidak hadir di hidup gw. Gw merasa menangis adalah tanda kelemahan, sesuatu yang memalukan. Kecewa adalah hal yang paling gw takutin, dan terlua bikin gw ngerasa jadi manusia paling rapuh di dunia. waktu itu gw memilih untuk menyembunyikan semuanya, mengutuk diri sendiri, tanpa bener-bener mencari jalan keluar. Gw kira bersedih adalah kegagalan, menangis adalah akhir dari segalanya.

Akhirnya gw terbiasa menutupi. Membiarkan luka mengendap. Tidak diobati, bahkan disentuh pun tidak. Gw cuma berlari. Terus berlari. Tanpa ada arah yang jelas. 

Dan itu ternyata melelahkan (yaiyalah bodoh wakakakakak).

Sampai suatu ketika gw mulai belajar berhenti menyembunyikan. Gw mulai berani menerima bahwa ga semua hal harus baik-baik aja. Gw belajar menghadapi kekecewaan tanpa terus menerus takut terluka. Gw belajar menerima kesedihan tanpa merasa malu untuk menangis. Gw juga belajar menahan segalanya sendirian justru bukan lagi bentuk perlawanan yang kuat.

Sedih, kecewa, nangis, terluka adalah hal yang manusiawi. Kita semua berhak untuk bersedih. Kalian semua berhal untuk menangis dan merasa ga baik-baik aja. Gw mulai menyadari kalau hidup ternyata ga melulu tentang kebahagiaan, ga harus selalu dipenuhi dengan tawa. Kata nyokap gw, hidup berjalan dalam keseimbangan, antara bahagia dan sedih, antara harapan dan kecewa, antara sembuh dan luka. Semua perasan itu ga pernah menetap terlalu lama. Mereka datang silih berganti, kadang bahkan bersamaan. Dan mungkin memang seperti itu cara Tuhan membentuk kita, memberi makna di balik setiap rasa, agar kita belajar menjadi manusia yang lebih dewasa?

Pada akhirnya semua kembali pada diri masing-masing. Tentang bagaimana memilih untuk menyembuhkan, bukan menutupi. Tentang bagaimana berani menerima luka, bukan menghindari. Tentang bagaimana berdamai dengan kekecewaan, bukan menyangkal keberadannya. Everything will be fine. Dan gapapa jika hari ini kita ga baik-baik aja. Karena kita manusia.

Komentar