Kenapa Harus Ikut Organisasi?
Tidak akan pernah ada satu alasan tunggal yang benar-benar bisa menjelaskan kenapa seorang Kyra Andhayu Noer hampir tidak pernah terlihat sibuk berorganisasi, kerja rodi kepanitiaan, pulang larut malam, bahkan sampai harus bermalam di tempat orang. Lalu, mendadak dangdut di suatu fase semua itu berubah. Linimasa yang dulu isinya cuma latihan dan sekolah, mendadak penuh dengan foto sekumpulan manusia, diskusi, jalan bareng, rapat, sampai kegiatan-kegiatan lapangan. Jujur aja bukan cuma orang lain yang kaget, lah gw juga.
Rasanya dunia seperti dibalik secara tiba-tiba. Gw yang biasanya paling alergi sama aktivitas di luar jam wajib, tiba-tiba justru milih keluar rumah. Gw yang dulu ngerasa kamar adalah tempat paling aman dan nyaman di dunia (ya masih sih sampe sekarang), sekarang malah sering pulang larut malam dengan badan yang capek tapi kepala juga ikut penuh. Aneh. Tapi nyata. Tapi aneh tetep. Terus terang sampai sekarang gw masih sering ketawa sendiri kalau ingat, kok bisa ya gw berubah sejauh ini?
Hal pertama yang perlu diluruskan adalah, ini bukan karena gw anti organisasi, bukan. Dari dulu sebenernya gw suka berinteraksi dengan sekumpulan manusia. Gw suka konsep kerja bareng, tukar pikiran, diskusi kecil-kecilan, dan bikin sesuatu dari nol sampai finish. Tapi kenyataannya adalah, ga semua organisasi bisa gw ikuti, dan ga semua lingkungan organisasi cocok buat gw. Dari dulu hidup gw udah terbagi ke dua hal besar: sekolah dan latihan. Dua-duanya sama-sama makan tenaga, sama-sama makan waktu, dan sama-sama nguras mental juga. Jadi ketika hari selesai, yang tersisa sering kali cuma tubuh capek dan kepala yang penuh. Itu kenapa ketika ada waktu kosong, gw lebih milih untuk istirahat, rebahan seharian, bengong, ngabisin waktu sendirian di rumah, kadang baru keluar kamar sore atau malam dengan perasaan kayak manusia goa yang baru nemuin tanda-tanda kehidupan di luar sana. Bukan karena gw malas atau anti organisasi, tapi gw tau batas energi gw ada di mana. Kalaupun gw ikut kegiatan atau organisasi, polanya hampir selalu sama: ikut sebentar, lalu menghilang perlahan. Satu minggu, dua minggu, paling lama satu bulan. Bukan karena gw ga serius, tapi karena badan dan pikiram gw udah minta berhenti. Dari situ sebetulnya gw sering merasa bersalah juga, kyk ada label "ga konsisten" yang nempel, padahal yang sebetulnya terjadi cuma satu: gw kelelahan.
Di sisi lain, ada satu hal yang pada akhirnya juga bikin gw menjauh dari dunia organisasi: pengalaman. Terlalu sering berada di momen yang, gw tuh sebetulnya cuma dibutuhin secara fisik, otak, atau tenaga, sebetulnya gw ga bener-bener diterima. Kehadiran gw baru dianggap penting pas ada yang perlu dikerjain. Setelah itu? hilang. Ga ada ruang buat gw tumbuh, berproses, apalagi apresiasi. Gw cuma jadi alat buat menyelesaikan tugas-tugas mereka tanpa betul-betul dilibatkan sebagai manusia. Buat sebagian orang mungkin itu biasa, tapi buat gw itu nyebelin sih jujur wkwkwk. Karena pandangan gw dari awal, ikut organisasi itu bukan cuma sekedar haha-hihi atau rame-ramenya aja. Gw pengen juga bisa berproses, gw pengen juga bisa berkembang, gw pengen juga pulang bawa ilmu, pengalaman, atau sekadar sudut pandang baru yang bisa gw gunain untuk kehidupan gw ke depannya, bukan cuma sekadar capek tanpa makna. Dan mungkin karena itu juga, gw jadi makin selektif. Bukan ga mau, tapi ga mau sembarangan aja.
Sampai akhirnya di pertengahan tahun 2021, ada satu pengalaman yang pada akhirnya pelan-pelan mengubah segalanya. Waktu itu gw ikut kegiatan jelajah museum yang diwadahi oleh sebuah komunitas. Gw ikut kegiatan itupun sebetulnya diajak sama teman dan kebetulan gw juga lagi bisa waktunya. Cuma coba-coba having fun aja, tanpa ada ekspektasi apapun. Momen itu makin kerasa waktu gw ngobrol sama salah satu orang yang belakangan gw baru tau kalau dia ternyata founder dari komunitas itu sendiri. Cara beliau ngajak ngobrol gw, cara beliau mendengarkan, bahkan terlontar kata-kata "nanti kalau udah open recruitment, gabung ya" itu sederhana tapi dampaknya besar. Karena untuk pertama kalinya gw ngerasa, ternyata ada ruang buat gw di sini.
Gw menemukan hal-hal yang menurut gw belum pernah gw dapat di organisasi-organisasi sebelumnya yang pernah gw ikutin. Setelah gw bergabung jadi anggota disitu pun rasanya beda. Obrolannya hidup, diskusinya ga menggurui, orang-orangnya hangat, ga pernah ada paksaan, dan yang penting, gw ngerasa dilibatkan dan dihargai keberadannya. Ruang tanpa paksaan, ruang tanpa tuntutan buat jadi siapa-siapa selain diri gw sendiri. Dari situ juga banyak hal dalam diri gw yang pelan-pelan terbuka. Gw mulai berani mencoba hal-hal yang sebelumnya gw ga pernah mau bahkan dengarnya aja udah malas. Di lingkungan komunitas ini juga ternyata gw bisa menemukan hal-hal yang selama ini gw cari. Bertemu dengan orang-orang yang sukarela berbagi ilmu dan pengalaman mereka. Diskusi yang bikin kepala gw jauh lebih terbuka (ya walaupun kadang gw ga mudeng-mudeng amat ya dulu), kesempatan untuk eksplor hal baru yang sebelumnya ga pernah gw sentuh. Mereka memberikan gw ruang bukan hanya semata-mata turut serta, tapi juga memberikan ruang untuk berproses. Kalau sekarang kalian liat update gw isinya kumpul lagi, jalan lagi, ngevent lagi, dan orangnya itu-itu lagi, iya, gue juga sadar perubahan ini cukup drastis.
| Acara Perdana Gw Wakakakak |
Gils acara perdana yang gede
BalasHapus